Belajar Fisika Anti Rumit: Gunakan Cerita dalam Pengajaran

Belajar Fisika Anti Rumit: Gunakan Cerita dalam Pengajaran

Seni tertinggi guru adalah untuk membangun kegembiraan dalam ekspresi kreatif dan pengetahuan - Albert Einstein

Pelajaran Fisika memang identik dengan konsep dan rumusnya yang tidak mudah untuk langsung dipahami bagi beberapa murid. Padahal penerapannya seringkali kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah ketika melakukan suatu gerakan. Ternyata ada ilmu Fisika yang tanpa sadar kita terapkan, yaitu gaya. Hal-hal sederhana seperti itu ternyata belum banyak diketahui oleh para murid. Dalam bayangan mereka Fisika hanyalah sekumpulan rumus yang sulit dan membosankan.

Murid CoLearn pun tidak lepas dari gambaran di atas. Saya mengajar Fisika untuk murid-murid di kelas 9 dan memang diperlukan cara khusus untuk bisa menyampaikan materi yang tergolong sulit ini, terlebih untuk persiapan masuk ke kelas 10. Ada satu cara jitu untuk mengubah cara pandang murid dalam memahami pelajaran Fisika. Harapannya dengan cara ini, siswa menjadi terhibur, tidak merasa jenuh, dan lebih semangat dalam belajar Fisika. Penasaran gimana caranya? Yuk, simak secuplik pembelajaran di kelas saya!

Story Based Learning

Story based learning adalah pendekatan cara belajar dengan menggunakan cerita sebagai pengantar pengajaran. Guru memasukkan unsur cerita yang relate dengan murid ke dalam materi ajar sehingga murid lebih mudah memahami materi, khususnya untuk materi yang tergolong sulit. Di sini guru dapat berkreasi untuk merangkai cerita interaktif yang dapat membangun suasana belajar.

Saya menggunakan cerita interaktif dengan karakter utama pengajar yang dalam konteks ini adalah Guru Juara dan Mentor yang sudah dikenal oleh CoFriends. Ternyata cara ini berhasil menarik minat para murid untuk belajar Fisika. Bagaimana tidak? Ketika mereka mulai mencoba memahami rumus Fisika yang belum familiar di kepala mereka, tiba-tiba ada 'angin segar' di tengah proses pembelajaran.

Slide 

Penggunaan cerita interaktif terbukti dapat memberikan gambaran lebih jelas tentang penerapan ilmu Fisika dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memudahkan para murid untuk lebih memahami materi yang diajarkan. Antusiasme mereka terlihat saat mendengarkan latar belakang cerita dan tertawa lepas ketika melihat wajah guru mereka menggantikan wajah karakter utama dari cerita.

Cara Praktis Membuat Story Based Learning

Membuat pelajaran Fisika menjadi lebih seru dan menyenangkan bukanlah hal yang tidak mungkin! Penerapannya pun mudah dan dapat dilakukan oleh semua kalangan pengajar. Ini dia langkah-langkah membuat cerita interaktif di kelas:

1. Tentukan topik yang akan dibahas
Mulailah dengan membuat daftar yang mencakup pengetahuan yang harus dimiliki oleh murid, batasan materi yang diajarkan, dan tujuan pembelajaran.

2. Buat rancangan cerita, alur, dan tokoh yang sesuai dengan topik/materi yang diajarkan
Pilihlah alur cerita yang sekiranya dapat menarik perhatian murid, bisa dengan hal-hal yang sedang populer, trending, atau karakter yang sesuai dengan jenjang kelasnya.

3. Selipkan masalah-masalah yang mendukung keberhasilan tokoh utama dalam cerita
Tambahkan masalah dalam alur cerita dan mintalah bantuan murid untuk menyelesaikan pemasalahan tersebut. Secara tidak langsung penyelesaian masalah ini juga menjadi penilaian formatif dimana guru dapat memantau pemahaman mereka selama proses belajar.

4. Siapkan media, peralatan pendukung, dan mulailah berkreasi
Gunakan media yang paling nyaman digunakan sesuai dengan preferensi masing-masing. Media yang cukup populer digunakan adalah Google Slides atau PowerPoint untuk menampilkan materi dan aplikasi photo editor/desain grafis untuk meng-edit foto. Berikut langkah persiapannya:

  1. Carilah gambar-gambar di internet yang mendukung dengan konsep alur cerita yang telah ditentukan.
  2. Siapkan foto guru atau karakter lain yang akan digunakan untuk menggantikan tokoh utama.
  3. Potong/crop foto guru atau karakter lain di bagian kepala menggunakan aplikasi photo editor untuk nantinya ditempelkan pada gambar yang akan digunakan sebagai alur cerita.
  4. Lakukan editing menggunakan aplikasi design grafis seperti Canva untuk menggantikan gambar tokoh utama dengan guru pengajar dan untuk mempercantik ilustrasi. Siapkan slide untuk mempresentasikan ilustrasi yang telah dibuat kepada murid.

Setiap metode pembelajaran tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Metode cerita interaktif ini terbukti ampuh membuat suasana belajar menjadi lebih seru dan menyenangkan. Namun, pengajar perlu persiapan yang matang dan waktu yang cukup untuk membawakan kelas. Pemilihan materi juga penting untuk diperhatikan karena tidak semua materi dapat menggunakan metode ini dalam satu waktu. Jadi, cara terbaik adalah pilih materi-materi pokok yang memungkinkan untuk diimplementasikan dengan cerita interaktif.

Selamat mencoba!

--

Tita adalah Guru Juara Fisika dengan pengalaman mengajar lebih dari 7 tahun. Lulusan S1 Pendidikan Fisika di Universitas Sriwijaya ini, pernah menjadi Asisten Dosen untuk Fisika Statistik dan Fisika Material. Tita juga pernah menjadi pemakalah di ICAMST (International Conference of Advanced Material and Science and Technology).


Tertarik untuk tahu lebih banyak tips mengajar? Guru Juara CoLearn masih punya banyak jurus mengajar yang sudah membantu ratusan murid meningkatkan prestasinya di kelas. Subscribe ke Mengajar Bersama CoLearn sekarang!

Copyright © PT IQ EDUKASI. Hak Cipta Dilindungi.

Neco Bathing