Bantu Murid Berprestasi dengan Membangun Relasi yang Baik di Kelas

Bantu Murid Berprestasi dengan Membangun Relasi yang Baik di Kelas

Memiliki prestasi belajar yang baik masih menjadi dambaan bagi murid dan guru dalam suatu proses pembelajaran. Tentunya orangtua pun akan merasa bangga jika anaknya berprestasi. Tanpa disadari, ternyata prestasi yang diraih seorang murid tidak lepas dari proses belajar yang terjadi baik di dalam maupun luar kelas. Peran guru dalam memberikan ilmu dan berbagi wawasan kepada murid-muridnya adalah salah satu faktor penentu kesuksesan dalam pembelajaran. Meskipun murid memegang kendali penuh atas proses belajar dan keberhasilan mereka, guru yang berperan sebagai fasilitator memiliki andil yang cukup besar dalam pemahaman materi di kelas sebagai dasar pembelajaran.

Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh guru dalam menciptakan kelas yang efektif dan interaktif adalah dengan membangun relasi. Penelitian menunjukkan bahwa relasi antara guru dan murid yang baik memberikan dampak positif jangka panjang dalam keberlangsungan proses belajar mengajar. Terlebih lagi, murid yang berelasi dekat dengan gurunya cenderung mengalami peningkatan prestasi karena adanya interaksi yang intens dimana murid bisa lebih percaya diri dalam bertanya dan aktif dalam pembelajaran tanpa rasa takut atau malu. Dari sisi guru, interaksi yang terus menerus terjadi secara langsung dengan murid dapat melatih kemampuan komunikasi interpersonal yang berdampak pada pertumbuhan diri secara personal maupun profesional.

Dalam acara Innovative Teaching Series, Guru Juara CoLearn, Ami dan Rio, berbagi cara-cara untuk membangun relasi dengan murid. Tentunya cara ini sudah terbukti berhasil karena merupakan hasil penerapan di Live Class CoLearn bersama CoFriends (sebutan untuk murid CoLearn). Berikut adalah enam cara guru dapat membangun relasi yang baik dengan murid.

1. Tunjukkan antusiasme dalam mengajar

Kelas yang dibawakan dengan penuh semangat dan antusias tentunya akan menarik perhatian murid. Percaya atau tidak, energi positif yang terpancar dari guru dapat menular pada murid sehingga mereka jadi lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Guru dapat menunjukkan antusiasme melalui ekspresi wajah yang ceria dan didukung oleh gerakan tangan. Selain itu, intonasi suara juga penting untuk diperhatikan. Intonasi suara yang tinggi dan dinamis (kombinasi naik dan turun) cenderung lebih terdengar ramah dan mudah diterima oleh murid. Coba simak contoh video di bawah ini, kira-kira kamu lebih suka diajar oleh Ami atau Rio?

2. Masuk ke dunia murid

Jarak usia yang terpantau jauh antara guru dan murid kadang membuat penyampaian materi kurang dapat dimengerti karena murid merasa 'nggak relate' dengan gurunya. Hal ini tentunya dapat disiasati dengan memahami dunia murid dan mencoba up to date akan hal-hal yang menjadi kesukaan para murid di zaman sekarang. Contohnya seperti materi ajar Guru Juara CoLearn di bawah ini dengan penyesuaian karakter atau tema yang menjadi favorit murid-murid.

Cara ini ternyata terbukti meningkatkan semangat belajar CoFriends di kelas karena mereka melihat hal yang mereka senangi digabungkan dengan materi belajar. Para murid pun menjadi antusias dan tertarik untuk memberikan perhatian lebih pada penjelasan dan materi yang sedang diajarkan.

3. Kreatif dalam menyusun aktivitas pembelajaran

Pemaparan konsep dan latihan soal adalah kunci dari proses pembelajaran. Namun, jika guru hanya menjelaskan konsep lalu dilanjutkan dengan latihan soal dan kegiatan ini terus berulang, murid pasti akan merasa bosan. Belum lagi kalau materi pelajarannya sulit, murid cenderung kehilangan semangatnya dalam belajar. Proses pembelajaran perlu diimbangi dengan aktivitas yang menyenangkan, seperti games, tebak-tebakan, dan kuis. Dengan begitu, murid dapat memahami konsep lebih baik karena diajarkan dengan cara yang beragam dan menarik.

4. Menanamkan growth mindset pada murid

Growth mindset adalah pemikiran dimana seseorang percaya bahwa kemampuannya dapat berkembang untuk mencapai keberhasilan melalui sebuah proses. Cara berpikir seperti ini penting untuk ditanamkan pada murid supaya mereka dapat berkembang untuk terus mengasah kemampuannya. Growth mindset ini pun berlaku untuk kejadian negatif maupun positif. Semua komentar dukungan yang disampaikan oleh guru harus berfokus pada proses, bukan hasil. Ini beberapa contoh kalimat growth mindset dari Ami dan Rio yang bisa disampaikan pada murid.

5. Berikan apresiasi pada murid atas setiap usahanya

Apresiasi dapat diberikan mulai dari hal kecil. Semudah memanggil nama saat murid masuk ke dalam kelas adalah salah satu bentuk apresiasi yang paling sederhana. Sapaan dari guru menjadi sangat personal dan dapat berdampak positif pada pembelajaran karena kelas diawali dengan suasana hati yang senang. Selain itu, guru juga perlu untuk memberi ruang bagi murid untuk menyampaikan isi hatinya dan menjadi pendengar yang baik. Dengan begitu, pada murid juga akan tumbuh rasa percaya ke guru karena ia merasa didengar ketika membutuhkan tempat untuk mencurahkan isi hati dan pikirannya. Apresiasi lain yang dapat diberikan pada murid adalah penghargaan atas suatu pencapaian yang mereka raih di kelas. Murid akan semakin termovitasi untuk bisa melakukan lebih baik lagi di kemudian hari.

6. Luangkan waktu untuk mengenal murid

Seperti kata Rio, "Tak kenal maka tak tahu," sesi mengobrol dengan murid di luar pembelajaran juga menjadi penting. Dengan mengetahui cerita personal dan kesukaan dari murid, guru dapat melakukan pendekatan yang tepat untuk mendukung pembelajaran. Perkenalan ini juga bisa dilakukan sebaliknya dengan guru dimana murid dapat lebih mengenal guru yang menjadi panutan mereka. Di CoLearn, kegiatan ini biasa kami lakukan di 5 menit awal atau akhir kelas dengan memberikan pertanyaan singkat, seperti teka teki ataupun hal favorit dari guru dan murid.

Itulah beberapa tips dari Ami dan Rio yang dapat diterapkan di dalam kelas untuk membangun relasi yang baik antara guru dan murid. Selalu libatkan murid dalam berbagai kegiatan di dalam kelas sehingga murid tidak hanya mendengarkan tetapi juga ikut berpartisipasi aktif. Alhasil, ketika mereka menghadapi kesulitan dalam belajar mereka akan berani untuk bertanya dan dapat memahami materi pelajaran dengan baik sehingga prestasi pun akan mengikuti.


Guru Juara CoLearn gemar bereksperimen untuk menemukan jurus mengajar yang ampuh membantu murid lebih memahami pelajaran, khususnya Matematika, Fisika, dan Kimia. Jika kamu tertarik untuk menjadi bagian dari CoLearn sebagai Guru Juara, yuk langsung daftar ke sini.

Copyright © PT IQ EDUKASI. Hak Cipta Dilindungi.

Neco Bathing